me,my life,my lovely

Jumat, 02 Oktober 2020

Bersiap yang Terburuk, Berharap yang Terbaik

Assalamualaikum  Fellas..


Sore semuanya kecuali yang ngaku tresno, ternyata ngapusi..


Nyadar gak sih, pandemi ini udah berlangsung 6 bulan dan kita gak tau pasti kapan pandemi ini akan berakhir..


Dari tulisan yang saya baca di Koran Kompas Hari Rabu, 2 September 2020, penularan Covid-19 di Indonesia terjadi dengan cepat sejak kasus pertama  di awal Maret 2020 terdeteksi..



Dalam waktu sekitar 3 bulan dari kasus pertama, terjadi peningkatan menjadi 50.000 kasus..


Terjadi lonjakan hingga 100.000 kasus dalam 1 bulan dan 150.000 kasus dalam 25 hari..


Gak bisa dipungkiri, pandemi ini ngaruh ke daya beli masyarakat..


Indeks harga konsumen mengalami penurunan yang menunjukkan tertekannya daya beli masyarakat..


Badan Pusat Statistik mencatat adanya deflasi yang dipicu turunnya harga sejumlah kelompok pengeluaran, seperti makanan, minuman dan transportasi yang mengindikasikan permintaannya yang rendah selama pandemi ini..


Bu Sri Mulyani sudah warning sejak beberapa waktu lalu kalo kita udah diambang bahaya resesi atau turunnya aktivitas ekonomi secara signifikan..


Biasanya standar  yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah negara mengalami resesi atau tidak, adalah dengan melihat GDP yang growth-nya minus selama dua kuartal berturut-turut.. 


Namun, National Bureau of Economic Research (NBER) berpendapat bahwa gak perlu melihat GDP untuk menentukan apakah suatu negara mengalami resesi.. 


Cukup dengan melihat aktivitas ekonomi seperti real income, produksi manufaktur, dan penjualan retail, yang kelihatan drop sampai beberapa bulan..


Kenapa bisa ngedrop?? 


Salah satu faktornya adalah banyak sektor usaha, seperti : tour and travel, event organizer, properti, beberapa sektor industri manufaktur yang kena hit efek merebaknya covid.. 


Imbas dari ngedropnya aktivitas ekonomi adalah terjadinya lay off atau PHK karyawan, karena perusahaan gak sanggup cover operational cost, dan bahkan ada beberapa yang sampe gulung tikar..


Ketika masyarakat kehilangan pekerjaannya, otomatis akan berpengaruh pada daya beli..


Trus kalo udah kayak gini, apa yang bisa kita lakukan buat prepare for the worst??


Menurut info yang saya kumpulkan, setidaknya kita perlu aware beberapa hal :


1). Simpen duit cash


2). Tunda kredit yang gak perlu..


3). Atur pengeluaran sebaik mungkin. Beneran bikin skala prioritas mana yang perlu dibeli dan mana yang gak perlu.. Usahakan tiap bulan gak sampai besar pasak daripada tiang.. Kencangkan ikat pinggang, hasrat hedonnya disuruh jauh-jauh dulu..


4). Hati-hati dengan tawaran yang berkedok investasi


5). Mulai mandiri pangan dengan memanfaatkan lahan kosong..

Yuk mulai menanam buah dan sayur yang bisa dijadiin bahan makanan..



Pandemi ini memang buat multiple effect..


Efek lainnya yang gak kalah uwoow, Indonesia dibanned sama negara lain dan mulai dijauhi investor..


Hmm apapun efeknya, mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir..


Tapi kita gak bisa hanya berdoa tanpa berusaha agar pandemi ini berakhir..


Gak mungkin juga tura turu, moro-moro Corona raib dari muka Bumi..


Ya bisa aja sih atas kuasa Allah ta'ala, tapi dimana ikhtiar kita?


Apapun itu perlu diusahakan, ye kaan..


Mudah-mudahan tulisan saya yang dikumpulkan dari berbagai sumber ini, berfaedah..


Btw saya bukan orang ekonomi, gak punya basic ekonomi juga, tapi ya sedikit banyak ngeh sama sulitnya "cari duit" di hari ini..


See yaa, love..


Senin, 31 Agustus 2020

Full Corn Moon For Monday Mood

Assalamualaikum fellas..


September udah mulai menjelang ni, InsyaAllah tinggal hitungan jam aja..


Tadi liat bulan di atas kamar, udah bulat dan terang banget, cantik deh..


Bulan September 2020 ini fenomena bulan purnamanya disebut Full Corn Moon.. 


Full Corn Moon di September tahun ini terlihat setelah matahari terbenam pada hari Selasa, 1 September, dan mencapai puncaknya pada pukul 01.23 Waktu Bagian Timur pada hari Rabu, 2 September (ini kalau di Irlandia ya, kalau untuk di Indonesia, ya itung pake Greenwich Time)..


Menurut sejarahnya,  penduduk asli Amerika memberi nama untuk setiap bulan purnama berdasarkan peristiwa alam atau tanda musim..


Penamaan ini membantu mereka melacak perkembangan tahun dan penamaannya berbeda tergantung  wilayah tempat mereka tinggal..


Ada beberapa sebutan untuk Bulan purnama di September selain Corn Moon, seperti Moon When the Plums Are Scarlet, Moon When the Deer Paw the Earth, Moon When the Calves Grow Hair. 
Selain itu sering juga disebut Barley Moon, karena ini adalah waktu untuk memanen dan mengupas barley yang matang..


Sedangkan disebut Corn Moon karena secara tradisional sesuai dengan waktu panen jagung di Amerika Serikat bagian timur laut. .





Auto ngebayangin bisa ngeliat bulan purnama di tengah ladang jagung, dari dalam traktor buat manen, "so damn beautiful" kalo kata Akon (btw itu gambar dari Twitter yaa)..


Oh iya, supaya Blog ini gak receh-receh banget isinya, mau ngasih info penting ni..


Beberapa waktu lalu sempet baca tulisan dr.Jaka Pradipta Sp.P..


Beliau mengatakan bahwa belakangan ini banyak ditemukan pasien covid dengan gejala gastrointestinal yang lebih dominan 
dibandingkan gejala pernapasan, seperti diare, nyeri perut..


Biasanya gejala pencernaan itu timbul akibat peyakit yang disebabkan mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, termasuk Covid 19.. 


Virus Covid masuk lewat saluran pernapasan, menempel di faring (tenggorokan), dan bisa masuk ke saluran napas bawah dan juga ke organ pencernaan.. 


Di saluran pencernaan  ada reseptor khusus yang menjadi tempat melekatnya virus, sehingga gejala gastrointestinal seperti diare, nyeri perut bisa terjadi..


Ya secara alami emang bener sih kita punya asam lambung yang jadi salah satu mekanime pertahanan tubuh kita dan harusnya virus mati dengan perlindungan tersebut..


Tapi di kasus tertentu,ya kayak kita- kita warga +62 ini biasanya kan makan langsung pakai tangan..


Kalo misalnya, tangan kita kotor, habis pegang ini itu, virusnya kan banyak tuh yang nempel, trus kita lupa cuci tangan atau cuci tangan sih tapi gak bersih-bersih banget, setelah itu langsung makan,  jumlah virusnya jadi meningkat, banyak banget sampe asam lambung gak mampu ngelawan tu virus, gimana?


Nah disini lah salah satu pentingnya bagi kita untuk tetap waspada, jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan. Selain itu, makan makanan yang bersih, dimasak matang, dan disimpan di tempat tertutup..


Pak Dokter ngasih tips ni buat kamu kamu yang suka jajan, terutama jajanan kaki lima, cek abangnya pake masker atau gak, abangnya batuk2 gak, bawa alat makan sendiri (kotak makan, sendok, garpu), dan makanan dihangatkan atau dimasak lagi dirumah..


Ayo tingkatkan cuci tangan, jangan sampai virus corona masuk barengan dengan makananmu..

Mencegah jauh lebih baik dari mengobati (Ya Allah, kok kayak jadi iklan layan masyarakat ya, hahah)..


Nah yang suka jajan, nih put kasih jajanan gratis ni, Salted Caramel-nya Xi Bo Ba, tapi syaratnya harus bisa memecahkan kasus Riddle ini..


Lah kenapa sih harus riddle??


Jawabannya karena memecahkan riddle itu membutuhkan usaha..


Kita mesti nganalisis dan berpikir "out of the box"..


Gak semua riddle itu sulit kok, yang penting kuncinya harus teliti..



"Semenjak terjadinya kebakaran di rumah tetanggaku, dia mendapat banyak bantuan..
Warga-warga disini memang baik sih..
Padahal Pak X itu termasuk tetangga yang pelit..
Tapi warga disini malah memperlakukan dia dan keluarganya dengan baik..
Bantuan yang diberikan bermacam-macam, sebagian besar barang bekas tapi masih layak pakai..
Nah yang paling menarik ada yang memberikan mainan bekas untuk anaknya, mainan itu berupa truk yang cukup besar..
Meskipun bekas tapi masih sangat bagus..
Pagi tadi, tiba-tiba terdengar jeritan dari rumah Pak X, anaknya tertusuk paku berkarat yang menonjol dari truk itu..
Pak X pun segera pergi membeli perban dan obat-obatan..
Pak D yang lewat didepan rumah lalu bertanya, "Ada apa Pak X, kok terburu-buru begitu?"
"Ini, anak saya terluka saat bermain." jawab Pak X
"Oh hati-hati lo Pak, bahaya bisa jadi tetanus" ujar Pak D
Pak X lalu berterima kasih kepada Pak D yang dengan baik hati  mengingatkannya..
Pak X mengingat-ingat apakah anaknya sudah disuntik vaksin tetanus atau belum dan berencana membawa anaknya ke rumah sakit .."


Selamat menjawab ya, jawabannya ditunggu di email wookiesnowberries@gmail.com..


Mudah-mudahan Salted Caramelnya jadi rezeki kalian!!



See ya, Love..



Selasa, 21 Juli 2020

Sinabar's Tale

Alkisah ada sebuah batu besar yang terdapat didalam sebuah gua di Pegunungan..


Batu Sinabar namanya..


Batu itu berada dalam gua selama ratusan tahun..


Hingga suatu hari, batu itu lelah dan ingin berkeliling sebentar karena penasaran dengan dunia luar..


Karena itu, batu itu menyamar menjadi seorang gadis dan pergi ke desa..


Di desa, ia berkeliling dan membantu menyembuhkan orang yang sakit serta mengusir roh jahat..


Lalu pada suatu malam, ia bertemu dengan seorang pria dan langsung jatuh cinta padanya..


Karena cintanya, ia memberikan serpihan batu Sinabar untuk diberikan kepada pria itu..


Batu itu memiliki khasiat luar biasa untuk pengobatan sehingga dijual mahal..


Pria itu mengatakan akan menggunakan uangnya untuk membantu orang yang sakit dan miskin..


Sinabar sangat senang bisa membantu, terlebih yang dia bantu adalah orang yang dia cintai..


Namun, perlahan pria itu menunjukkan watak aslinya ketika Sinabar tidak lagi menemuinya..


Pria itu mendatangi Sinabar di gua karena dia selalu mencari Sinabar di desa tetapi tidak menemukannya..


Tapi kedatangan pria itu bukanlah dengan niat yang tulus, melainkan untuk mengambil Batu Sinabar yang lebih banyak..


Dia mengatakan kepada Sinabar bahwa bagian batu yang selama ini diberikan oleh Sinabar masih belum cukup untuknya..


Gadis itu berkata bahwa Sinabar adalah dirinya, bila si pria menghancurkan batu itu, maka gadis itu pun akan menghilang..


Sang pria pun berkata bahwa itu bukan lah masalah baginya, yang dia butuhkan sekarang hanyalah uang yang banyak untuk tentara dan senjata..


Betapa kagetnya Gadis itu ketika mendengar perkataan si pria, selama ini ia mengira bahwa Batu Sinabar yang ia beri digunakan untuk orang yang sakit dan miskin, tetapi pria itu malah menggunakannya untuk membelot dari pemerintah..


Pria itu dengan serakahnya lalu menghancurkan Batu Sinabar hingga berkeping-keping dan Gadis itupun menghilang..


Sejak hari itu, Gadis itupun benar-benar membenci laki-laki..


Sehingga sampai saat ini Sinabar yang kita ketahui pun menjadi batu yang menarik, berwarna merah tua yang sangat cantik tapi beracun..


Sumber Cerita: tps


Selasa, 30 Juni 2020

Budaya Kiasu

Terkadang penting buat kita keluar dari diri sendiri dan menganalisis budaya lain.


Pasti pada mikir, buat apa? kan kita juga ketemu bukan untuk spent our lifetime bareng orang itu.


Tapi gak ada salahnya kan kita tau, bukan untuk terlihat sok pinter tapi biar ntar kalo ketemu orang lain yang beda budayanya sama kita, setidaknya kita bisa bergaul dan gak mudah nethink sama orang itu.


Misalnya aja ya ni, di masyarakat Singapura dikenal budaya kiasu.

Kiasu itu berarti 'takut kalah', tapi maksudnya itu lebih untuk menjelaskan sifat ambisius dan suka persaingan dalam komunitas yang super kompetitif.


Karena budaya kiasu ini, mereka yang menjiwai nilai kiasuisme, otomatis punya habit berusaha jadi yang paling depan dalam hal apa pun.


Karena budaya kiasu yang udah mendarah daging, mereka terbiasa bersaing dalam hal apa pun.


Bukan cuma dalam hal yang memang pantas dikompetisikan, yang receh sekalipun mereka pengen jadi yang paling top of the top, misalnya ya dalam hal permainan dan promo dapet tiket nonton gratis.


Bahkan buat dapat tempat duduk di foodcourt aja saingan, seakan itu adalah perkara hidup dan mati.


Well mungkin kita sebagai manusia Indonesia yang biasanya memegang paham, 'alon-alon asal kelakon', perlu belajar dari budaya masayarakat Singapura.


Bukan gak menghargai budaya sendiri, tapi supaya kita jadi manusia yang lebih tanggap dan peka ngambil kesempatan buat jadi yang terdepan.


#Tuesdaythoughts: Pantang kalah, doyan saingan, tangkas nyari untung