me,my life,my lovely

Kamis, 04 Juni 2026

Seseorang berkata..

"Hidup ini sebenarnya sederhana.

Jalani saja.

Lakukan yang baik sebisanya.

Nikmati hal-hal kecil yang masih bisa disyukuri.

Tidak perlu selalu ikut campur ke dalam semua keributan dunia.

Sebab pada akhirnya, hal yang paling sulit dijaga bukanlah keadaan di luar sana, melainkan hati agar tetap bersih saat diluar sedang hiruk pikuk."

Semoga kita tidak membiarkan diri ini dipenuhi kebencian.

Aamiin allahumma aamiin..


Senin, 25 Mei 2026

Pasangan hidup bukan dipilih berdasarkan terlihat sempurna di mata orang atau memenuhi semua checklist..

Tapi, siapa yang benar-benar hadir dengan tanggung jawab, kejujuran, dan ketenangan..

MaasyaAllah..

Allahu Akbar..

Maha Besar Allah dengan segala kasih sayang, cinta, kasih, perlindungan dan pertolonganNya..

Rabu, 20 Mei 2026

🎶..Sungguh lah manis, gadis Melayu,

Kalau dah senyum bikin hati rindu..

Jangan dibayang jalan bersama,

Kalau tak mau pening kepala...🎶


Siape kat sini yang dah terpaut hati budak melayu satu ni??? 

Minggu, 03 Mei 2026

Tidak semua hal di hidup ini perlu menjadi besar untuk terasa berarti..

Tidak harus sempurna..

Tidak harus dilihat banyak orang..

Mungkin tidak selalu disadari..

Mungkin tersimpan dan tidak pernah diucapkan..

Masing-masing dari kita menjadi sesuatu yang berarti di hidup orang lain..

Dan mungkin, kita juga menjadi alasan bagi seseorang untuk membuatnya tetap bertahan..

Tidak ada alasan karena kamu adalah alasan itu sendiri..


🎶..Kowe siji sijine, aku bangga karo kowe,

Gelem nompo opo anane tresnoku ra bakal mletre.

Kowe ojo sumelang, tresnaku ra bakal ilang,

Ibarat koyo kutoku jogja, kowe cen istimewa..🎶

 

Selasa, 28 April 2026

Ada hal-hal yang sering kita anggap remeh, karena terlalu sering dilakukan.

Menyelip terlalu dekat, mepet mendadak, berpikir, “tidak apa-apa, ini cuma sebentar.”

Dan mungkin biasanya hampir selalu tidak terjadi apa-apa.

Sampai suatu hari, hal remeh itu tidak lagi kecil.

Ia bertemu dengan waktu yang tidak tepat, dengan keadaan yang tidak bisa dikendalikan, dan dengan keputusan yang tidak bisa ditarik kembali.

Semuanya berubah dalam satu momen yang terlalu singkat untuk diperbaiki.

Yang membuatnya berat bukan hanya kejadian yang diakibatkan itu sendiri, tapi kesadaran bahwa ia berawal dari sesuatu yang terasa sepele.

Dari kebiasaan.

Dari rasa ingin lebih cepat dari yang lain.

Dari keyakinan bahwa kita masih sempat.

Padahal tidak semua hal ada kesempatan kedua.

Dan yang paling menyedihkan, dampaknya bukan hanya di satu orang saja.

Ia merambat ke hidup banyak orang yang sedang berada di jalur yang sama.

Hal-hal kecil bukan lagi sesuatu yang biasa, tapi sebuah keputusan yang diam-diam bisa membawa arah yang tidak pernah kita rencanakan.

Daftar kerandoman si GreenSM berdasarkan fakta:

1.Suka menerobos palang pintu

2.Nyemplung sungai

3.Menabrak Transjakarta

4.Menabrak Resto Almaz

5.Menabrak pembatas jalan

6.Menabrak tukang nasi goreng

Sile bagi yang ingin menambahkan..


Note: 

Mendengar berita adanya pembatalan sejumlah perjalanan menggunakan kereta api dan adanya refund yang diberikan 100% kepada penumpang, kasihan juga sama PT BUMN satu ini. 

Selalu bertanggung jawab atas kelalaian orang lain.

Sungguh domino effect yang luar biasa.

Sebagai salah satu pengguna moda transportasi ini, keberadaannya sangat bermanfaat dan harganya sangat terjangkau terutama krl ya.

Terlepas dari hal hal yang mungkin perlu dibenahi, kita sebagai masyarakat, TOLONG SABAR SEDIKIT YA apabila waktunya kereta lewat..

Menunggu kereta lewat tuh berapa lama sih?

Menunggu sampe 15 menit aja masih bisa kan?

Semua orang juga gak ada yang mau nongkrong disana, jadi harap bersabar.

Ada yang bilang, kita sebagai rakyat perbaiki ego dan pola pikir..

Jangan karna ego, kita di jalanan tanpa mementingkan keselamatan, karna bukan nyawa diri sendiri yang di pertaruhkan tapi ada nyawa orang lain juga..

Semoga kedepannya hal2 seperti ini tidak akan terjadi lagi.


Kamis, 23 April 2026

Mung Sawiji

Cinta yang murni,

Cinta yang hanya dipahami oleh yang merasakannya dan oleh Sang Pencipta yang tahu segalanya.

Ia tumbuh dalam kesederhanaan, dalam kesunyian..

Tak pernah layu karena akarnya tertanam di hati yang suci..

Seperti wijaya kusuma yang hanya tampak sempurna di malam hari lalu menghilang saat fajar tiba, tetapi keharumannya tetap tinggal, menyatu dengan udara, menjadi kenangan yang tak pernah pudar.

Tetap harum,

Tetap indah,

Tetap abadi dalam ingatan yang tak terucap..


🎶..Lunging mekar lan semi,

puspita ing taman sari..

Manglung manungsung wengi,

kalawan wulane ndadari..

Ngambar rum sasmita,

sang kumbang wewayang..

Ngangsang pucuk sarining kembang, kembang..

Kusumaning ratri mung sawiji,

Kinanthi mematri sajrining ati kang suci,

Lintang lintang panjer ana antariksa,

amimbuhi ayu sang rina kusuma wijaya..🎶

(Kusuma Wijaya)



Selasa, 07 April 2026

Karena, beberapa rasa tidak perlu diucapkan lantang dengan suara keras untuk bisa bertahan lama..(by. Tps)


🎶..Gedene cintaku luar biasa,

Jelas paling tulus sak dunia,

Walau kadang gawe ati kelaran,

Opo wae tak tabrak yang menjadi penghalang..🎶

Tresno Tekan Mati-Ndx.Aka

Minggu, 01 Maret 2026

Dahulu mungkin aku mengira cinta harus terasa seperti badai...

Datang cepat, menggetarkan, membuat dunia seperti berputar lebih kencang dari biasanya..

Ternyata tidak selalu begitu..

Ada cinta yang hadir seperti rumah..

Setiap kali aku pulang ke dalamnya, aku merasa utuh..

Bukan tentang kalimat-kalimat besar..

Bukan tentang janji yang diucapkan berulang-ulang..

Ia hadir nyata dan konsisten..

Dalam cara berbicara yang lembut..

Dalam sikap yang tidak membuatku merasa takut kehilangan diri sendiri..

Dalam ruang yang memberiku kebebasan untuk tetap menjadi aku..

Tidak merasa harus mengejar..

Tidak merasa harus membuktikan..

Tidak merasa harus mengorbankan ketenangan demi disebut “cinta”..

Inilah yang selama ini kucari tanpa sadar..

Cinta yang tidak membuatku cemas..

Cinta yang tidak membuatku mempertanyakan nilai diriku..

Cinta yang berjalan berdampingan, bukan yang bertolak belakang..

Bukan cinta yang menggebu-gebu, tapi cinta yang aman dan tenang..

Cinta yang sederhana, tapi stabil..

Ia mungkin tidak selalu membuat jantung berdebar, tapi cinta yang membuat hati damai..

Tenang bukan berarti hambar..

Tenang berarti tidak ada yang perlu disembunyikan..

Tidak ada yang perlu ditakuti..

Aku bersyukur atas rasa ini..

Rasa yang tidak meledak-ledak, tapi menguatkan..

Rasa yang tidak gaduh, tapi menetap..

Aku tidak sedang jatuh, Aku sedang berlabuh..

MaasyaAllah.

Jumat, 20 Februari 2026

Batara Nagatatmala

Batara Nagatatmala, putra yang gagah, anak Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti.

Tubuhnya manusia, namun sisik halus samar-samar terasa di bawah kulit ketika amarah membara..

Matanya dalam seperti telaga yang menyimpan rahasia seribu tahun..

Kulitnya kecokelatan seperti tanah subur setelah hujan..

Rambutnya hitam legam, bergoyang seperti riak air..

Ia tak membawa mahkota emas atau kalung permata.. 

Darah naga mengalir dalam urat-urat ksatrianya, darah Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti..

Kekuatannya bukan api yang membakar hangus, melainkan air yang menyelimuti dan menenangkan..

Air yang mampu menyembuhkan luka tak terlihat..

Ia mampu menahan badai tanpa harus menghancurkannya..

Ia adalah ksatria yang tak pernah haus darah..

Ia haus keseimbangan, haus keadilan yang tak memihak..

Haus dunia yang tetap utuh meski penuh retak..

Kehadirannya adalah pengingat bahwa kekuatan sejati tak harus selalu tampak ganas atau megah..

Terkadang cukup diam, tenang, tapi selalu ada..

Selalu menjaga garis suci yang menghubungkan dunia atas dan dunia bawah..

Ia ada disana, antara manusia dan naga..

Antara cahaya dan kegelapan..

Antara yang fana dan yang abadi..

Selasa, 10 Februari 2026

Dewi Nagagini

Dari perpaduan suci Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti, lahir lah Dewi Nagagini dan Batara Nagatatmala..

Dewi Nagagini adalah putri naga yang tubuhnya melingkar lembut, bukan untuk menyerang, melainkan untuk melindungi dan menyatukan..

Sisiknya berkilau seperti mutiara yang terendam lama di dasar sungai suci..

Mahkotanya sederhana namun agung..

Baju hijaunya menyatu dengan warna daun teh yang baru bertunas..

Kalung emasnya bergetar pelan seperti getar akar yang menembus tanah subur..

Ia tak membawa racun di taringnya..

Ia membawa tirta yang menenangkan, air kehidupan yang mampu menyembuhkan luka yang tak terlihat..

Dari ayahnya, Sanghyang Antaboga dan ibunya Dewi Supreti, ia mewarisi kekuatan diam yang penuh makna..

Kesabarannya yang menyangga dunia dan kelembutannya yang tak goyah meski badai mengamuk di atas kepalanya..

Dalam wujud manusia, ia seorang perempuan cantik jelita..

Kulitnya seperti sutra yang disentuh embun pagi..

Matanya dalam seperti danau yang menyimpan rahasia seribu tahun..

Senyumnya lembut seperti hembusan angin yang membawa aroma bunga kantil..

Namun di balik keindahan itu, kekuatan naganya tetap ada..

Ia mampu berubah menjadi ular raksasa ketika keseimbangan terancam..

Sisiknya mengeras seperti batu gunung..

Napasnya menjadi kabut yang menyelimuti musuh dalam ketenangan abadi..

Namun amarahnya selalu lahir dari kasih sayang..

Bukan dendam, bukan kebencian, melainkan keinginan agar dunia tetap harmonis..

Dia lah istri Bratasena, ksatria gagah dari dunia atas..

Pernikahannya bukan sekadar ikatan darah dan daging..

Ia menjadi pertemuan dua alam, alam bawah yang gelap dan abadi bertemu dengan alam atas yang terang dan fana..

Dia adalah jembatan hidup antara kegelapan bawah tanah dan cahaya atas..

Dewi Nagagini tak pernah menuntut tahta atau puji-pujian..

Di sisi suaminya, ia menjadi penyeimbang ketika amarah Bratasena membara..

Menjadi pelindung ketika dunia manusia lupa keseimbangan..

Agar anaknya, Antareja, ksatria jangkarbumi yang tubuhnya setengah manusia setengah naga, tumbuh dalam keseimbangan yang ia jaga..

Dewi Nagagini adalah simbol peralihan yang indah..

Dari kegelapan menuju cahaya, dari kedalaman menuju permukaan, dari naga ke manusia, dari penjaga bawah tanah ke ibu yang melindungi keturunan di dunia atas..

Ia tak pernah berat sebelah..

Ia menyatukan keduanya dalam dirinya sendiri..

Dia lah pengingat, bahwa kekuatan sejati tak selalu tampak ganas atau megah..

Terkadang cukup dengan lembut..

Terkadang cukup dengan diam..

Akan tetapi selalu ada, selalu menjaga, selamanya menyatukan..


Jumat, 06 Februari 2026

Dewi Supreti

Dewi Supreti adalah nama yang disandingkan dengan Sanghyang Antaboga..

Wujudnya naga, sama seperti pasangannya..

Naga perempuan yang melingkar, selaras dengan tubuh suaminya..

Dewi Supreti tak pernah berdiri di belakang, ia berdiri di sisi..

Bukan istri yang mengikuti, melainkan pasangan yang menyatu..

Ia bukan pelengkap, ia adalah pasangan yang menyempurnakan keseimbangan..

Ketika Antaboga menyangga Bedawang Nala dari bawah, Supreti menjaga agar kekuatan itu tak goyah..

Agar tirta amerta tetap mengalir..

Agar siklus hidup dan mati tetap berputar dalam harmoni gelap..

Ia tetap ada di sana, dalam kegelapan yang penuh rahasia bersama Antaboga..

Tanpa kata..

Tanpa gerak yang mencolok..

Hanya kehadiran yang abadi..

Dewi Supreti adalah simbol kesetaraan dalam kedalaman..


Selasa, 03 Februari 2026

Sanghyang Antaboga

Di Saptapralata, tujuh lapis tanah yang gelap dan lembab, Sanghyang Antaboga meringkuk, tubuhnya melingkar seperti akar raksasa yang menembus lapisan demi lapisan, mengikat Bedawang Nala, penyu dunia, agar jagat tak jatuh ke kehampaan.

Sanghyang Antaboga ialah naga yang tak perlu terbang ke langit..

Namun ia bukan sekadar naga yang menggeliat di kegelapan.

Ia menyangga lapisan-lapisan bumi dalam diam yang tak tergoyahkan.

Setiap hembus napasnya menggetarkan akar-akar gunung..

Setiap kelopak sisiknya menyimpan getar yang membuat bumi tetap tegak, seperti doa tanpa suara yang tak pernah putus..

Mahkotanya memahkotai kepala yang tenang..

Badhong rambutnya bergoyang pelan seperti angin bawah tanah..

Baju merahnya menyala samar di kegelapan abadi..

Kalung emasnya berkilau seperti urat nadi bumi itu sendiri.

Ia bukan makhluk yang membara api atau menyembur racun..

Ia adalah penjaga yang bijaksana, penguasa alam bawah yang menyimpan Tirta Amerta, air suci kehidupan..

Dalam keheningannya, ia menjaga agar siklus tetap berputar: mati yang kembali hidup, hidup yang kembali ke tanah..

Antaboga tak pernah marah tanpa alasan..

Akan tetapi marahnya selalu lahir dari keadilan, melindungi yang lemah dan menghukum yang melanggar keseimbangan..

Kekuatannya tak terlihat tapi tak tergoyahkan..

Dalam gelap yang penuh rahasia..

Dalam kedalaman yang tak pernah disentuh cahaya..

Ia tetap hidup, tetap menjaga, seperti napas dunia yang tak pernah berhenti..

Di bawah tanah Nusantara, ia tetap ada..

Dia lah simbol kesabaran abadi..

Sabtu, 24 Januari 2026

 Di bawah senja yang merah jingga, seperti darah yang mengalir pelan dari luka hati yang tak pernah sembuh.


Angin musim semi menyapa daun-daun muda, membisikkan rahasia tentang mekar yang rapuh. 


Seperti bunga sakura yang tiba-tiba meledak dalam keindahan singkat, cinta itu tumbuh di antara kesunyian.


Kamis, 22 Januari 2026

Hujan yang Menggenang

 Sejak pertengahan Desember, langit menutup rapat. 

Seperti ada luka yang belum kering. 

Hujan tak lagi tanya izin, dia datang, deras, lama, tanpa ampun.

 Membasahi jalan, membasahi rindu, membasahi doa. 

Aku berdiri disini, rambut menempel basah di leher, tapi bukan dingin yang menusuk, justru kepala yang penuh bayang. 

Di utara kota, air naik perlahan, diam, seperti kematian yang tak mau buru-buru. 

Pedagang kaki lima menarik gerobaknya ke atas trotoar, matanya bukan marah—hanya lelah.

 Anak kecil, kakinya biru terkena air, tetap berjualan, senyumnya kecut. 

Mereka tidak protes. Mereka, beradaptasi. 

Makan hujan untuk makan. Tapi aku tahu, tiap senja mereka bertanya, besok ada yang laku tidak ya? 

Sedang aku? 

Menikmati derasnya hujan dalam balutan hangatnya selimut tebal di kamar. 

Ketika dingin datang, tinggal menekan shower—air panas langsung bernyanyi di kulit.

Ada jurang disana. Celahnya tipis, tapi dalam. 

Antara aku, kita yang aman, dan mereka.. 

Apakah rasa syukur yang kurang?

Tidak, aku, kamu, kita cuma manusia. 

Selagi masih bisa berpikir dan merasa 'apa aku kurang bersyukur', artinya kamu justru sedang bersyukur. 

Kamu orang yang sadar, yang berpikir, yang hatinya masih hidup. 

Itu syukur, loh. Syukur yang dramatis.