Batara Nagatatmala, putra yang gagah, anak Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti.
Tubuhnya manusia, namun sisik halus samar-samar terasa di bawah kulit ketika amarah membara..
Matanya dalam seperti telaga yang menyimpan rahasia seribu tahun..
Kulitnya kecokelatan seperti tanah subur setelah hujan..
Rambutnya hitam legam, bergoyang seperti riak air..
Ia tak membawa mahkota emas atau kalung permata..
Darah naga mengalir dalam urat-urat ksatrianya, darah Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti..
Kekuatannya bukan api yang membakar hangus, melainkan air yang menyelimuti dan menenangkan..
Air yang mampu menyembuhkan luka tak terlihat..
Ia mampu menahan badai tanpa harus menghancurkannya..
Ia adalah ksatria yang tak pernah haus darah..
Ia haus keseimbangan, haus keadilan yang tak memihak..
Haus dunia yang tetap utuh meski penuh retak..
Kehadirannya adalah pengingat bahwa kekuatan sejati tak harus selalu tampak ganas atau megah..
Terkadang cukup diam, tenang, tapi selalu ada..
Selalu menjaga garis suci yang menghubungkan dunia atas dan dunia bawah..
Ia ada disana, antara manusia dan naga..
Antara cahaya dan kegelapan..
Antara yang fana dan yang abadi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar