Dari perpaduan suci Sanghyang Antaboga dan Dewi Supreti, lahir lah Dewi Nagagini dan Batara Nagatatmala..
Dewi Nagagini adalah putri naga yang tubuhnya melingkar lembut, bukan untuk menyerang, melainkan untuk melindungi dan menyatukan..
Sisiknya berkilau seperti mutiara yang terendam lama di dasar sungai suci..
Mahkotanya sederhana namun agung..
Baju hijaunya menyatu dengan warna daun teh yang baru bertunas..
Kalung emasnya bergetar pelan seperti getar akar yang menembus tanah subur..
Ia tak membawa racun di taringnya..
Ia membawa tirta yang menenangkan, air kehidupan yang mampu menyembuhkan luka yang tak terlihat..
Dari ayahnya, Sanghyang Antaboga dan ibunya Dewi Supreti, ia mewarisi kekuatan diam yang penuh makna..
Kesabarannya yang menyangga dunia dan kelembutannya yang tak goyah meski badai mengamuk di atas kepalanya..
Dalam wujud manusia, ia seorang perempuan cantik jelita..
Kulitnya seperti sutra yang disentuh embun pagi..
Matanya dalam seperti danau yang menyimpan rahasia seribu tahun..
Senyumnya lembut seperti hembusan angin yang membawa aroma bunga kantil..
Namun di balik keindahan itu, kekuatan naganya tetap ada..
Ia mampu berubah menjadi ular raksasa ketika keseimbangan terancam..
Sisiknya mengeras seperti batu gunung..
Napasnya menjadi kabut yang menyelimuti musuh dalam ketenangan abadi..
Namun amarahnya selalu lahir dari kasih sayang..
Bukan dendam, bukan kebencian, melainkan keinginan agar dunia tetap harmonis..
Dia lah istri Bratasena, ksatria gagah dari dunia atas..
Pernikahannya bukan sekadar ikatan darah dan daging..
Ia menjadi pertemuan dua alam, alam bawah yang gelap dan abadi bertemu dengan alam atas yang terang dan fana..
Dia adalah jembatan hidup antara kegelapan bawah tanah dan cahaya atas..
Dewi Nagagini tak pernah menuntut tahta atau puji-pujian..
Di sisi suaminya, ia menjadi penyeimbang ketika amarah Bratasena membara..
Menjadi pelindung ketika dunia manusia lupa keseimbangan..
Agar anaknya, Antareja, ksatria jangkarbumi yang tubuhnya setengah manusia setengah naga, tumbuh dalam keseimbangan yang ia jaga..
Dewi Nagagini adalah simbol peralihan yang indah..
Dari kegelapan menuju cahaya, dari kedalaman menuju permukaan, dari naga ke manusia, dari penjaga bawah tanah ke ibu yang melindungi keturunan di dunia atas..
Ia tak pernah berat sebelah..
Ia menyatukan keduanya dalam dirinya sendiri..
Dia lah pengingat, bahwa kekuatan sejati tak selalu tampak ganas atau megah..
Terkadang cukup dengan lembut..
Terkadang cukup dengan diam..
Akan tetapi selalu ada, selalu menjaga, selamanya menyatukan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar